Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2016

Cukup

Untuk kali ini saja, biarkan aku merasa cukup.

Menjauh dari harap dan malam-malam penuh tidur yang tak lelap.

Bebas tanpa kiasan. Lepas tanpa perumpamaan. Merekah dalam kungkungan.

Untuk kali ini saja, biarkan aku merasa cukup.

Karena aku adalah sisi gelap bayangan yang harus ada.

Tercipta bukan untuk hangat cahayamu.

Tersedia agar kamu belakangi.

Gugur dan tergusur dari petak penuh kerlipan yang membakar.

Untuk kali ini saja, biarkan aku merasa cukup.

Cukup hanya menyentuh aromamu yang terbawa angin.

Dengan kamu yang tidak pernah sadar.

Dengan sinarmu yang tak akan pernah pudar.

Rasuk

Kantung mata, keliman baju yang kusut.

Bau hujan, menguar bersama rasa dan aroma, mengalun bertemankan isyarat di bola matamu yang meredup.

Aku mengenalmu seperti seumur hidup.

Tapi, Sayang, setiap sel di tubuh ini tak bosan-bosan meneriakkan rindu.

Menusuk-nusuk.

Merintih dan merasuk.

Jumat, 29 Juli 2016

Time

When I see the future in you,

And you see the present in me,

I finally understand.

That I need someone to live,

While you just need someone to be loved.

Sabtu, 30 Mei 2015

Painful Surrender

I know you never see me the way I wish you would,

So I decided to sit and bleed alone.

And after a lot of bloods that turned into inks,

I hope I could laugh again and live on.