Minggu, 26 Mei 2013

Dee Lestari's "Grow A Day Older" (Quotes)

“If everything has been written down, so why worry, we say.
It’s you and me with a little left of sanity.”

“His presence turned me into a porcelain doll ─fragile, breakable, too fussy to be carried.”

“It’s a frantic combination between drowning and wanting to get out, between dying and gasping for life.”

“To him, I might be the perfect friend. But deep down. I’m just in love.”

“And I realize how I was constantly swaying from one side to the other. I wanted to stop. I wanted to decide. But some stupid philosopher kept telling us to go with the flow, to drift with the river of life. What flow? This is not a flow, it’s a predictable swing that goes back and forth without ever moving elsewhere.”

“Now that I realize that even a skyscraper of fence wouldn’t work either. I need a line of faith as a real border between us. A strike of amnesia, perhaps.”

“But I can only carry one romantic connection in this claustrophobic heart of mine.”

“If you love someone, you have to embrace the whole package, right? Love the person as is.”

“Timing is everything. Leave the box and go. Scar his heart and fly away.”

“I love you.”
I grab hold of my breath. One more push and the anchor will plummet.
“Well, I love you too, you know that.”

“He bends over like a knights, ready to console a confused princess who has been saved from a dragon by another king and lived happily until this brightly shining newcomer arrived and swept her off her feet. The problem is, he was too late. There’s no dragon left. The battle has already been fought and won.”

“And I can feel I’m arriving at that moment again, right now. Cuddled like his teddy bear, still not knowing what to do, what to decide.”





Kamis, 23 Mei 2013

Demi Lovato - Heart Attack

Puttin’ my defences up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack

Never put my love out on the line
Never said yes to the right guy
Never had trouble getting what I want
But when it comes to you, I’m never good enough

When I don’t care
I can play ‘em like a Ken doll
Won’t wash my hair
Then make 'em bounce like a basketball

But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear high heels
Yes, you make me so nervous
And I just can’t hold your hand

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m

Puttin’ my defences up

'Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack


Never break a sweat for the other guys
When you come around, I get paralyzed
And every time I try to be myself
It comes out wrong like a cry for help

It's just not fair
Pain's more trouble than love is worth
I gasp for air
It feels so good, but you know it hurts

But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear perfume
For you. Make me so nervous
And I just can’t hold your hand

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m

Puttin’ my defences up
'Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack

The feelings are lost in my lungs
They’re burning, I’d rather be numb
And there’s no one else to blame

So scared I take off in a run
I’m flying too close to the sun
And I burst into flames

You make me glow, but I cover up
Won’t let it show, so I’m

Puttin’ my defences up
‘Cause I don’t wanna fall in love
If I ever did that
I think I’d have a heart attack

(Bukan engkau yang kutakutkan, tetapi diriku sendiri...)


Jumat, 05 April 2013

Di Ujung Rapuh

Kadang lelah memacu
Tiadanya kamu buatku biru
Ketidakmampuanku menggedor egoku
Hanya membisu, disaksikan oleh waktu
Entah mana yang lebih sakit... Tanpamu atau kehilanganmu?
Entah mana yang lebih perih... Menunggumu atau tergugu menatapmu menjauh?
Andai bisa kuberikan bukan hanya kebahagiaan semu
Andai bisa kujalani setapak bersamamu satu-satu
Andai bisa ku berdiam disampingmu dan banggakan diri menjadi punyamu
Ah, kelu.
Aku di ujung rapuh, kau tahu?
Mencoba bertahan dengan mengingatmu setiap kunyanyikan lagu
Doakan aku agar ku bisa sekuat dirimu
Agar tidak terbunuh rindu, melesak, lalu terjatuh.

(Aku bertahan dan biarkan Sang Pemilik Hati yang menentukan. Bukan mereka yang sudah marah, ataupun kita yang sudah lelah...)


Senin, 18 Maret 2013

Bukan Kau

Ia menyuruhku tidur tadi malam dan aku bertanya-tanya mengapa bukan engkau
Ia membangunkanku tadi pagi dan aku bertanya-tanya mengapa bukan engkau
Banyak orang tersenyum kepadaku hari ini dan aku bertanya-tanya mengapa bukan milikmu yang kulihat
Aku tertawa bersama disini dan aku bertanya-tanya mengapa bukan milikmu yang kudengar
Aku merindukanmu, sungguh...
Rindu suaramu, tawamu, nada khawatirmu, paniknya omelanmu...
Aku rindu "apa kabar"-mu, "cukup tau"-mu,"mimpi indah"-mu...
Susahkah bagimu tuk sekedar menyapa?
Rinduku sudah di pangkal rasa
Hatiku tetap masih ingin setia
Tapi tolong jangan mengujiku terlalu berat
Aku tak ingin menyakitimu.

Jumat, 15 Maret 2013

"Broken Arrow" by Pixie Lott

What do you do when you're stuck,
Because the one that you love,
Has pushed you away,
And you can't deal with the pain,
And now you're trying to fix me,
Mend what he did,
I'll find the piece that I'm missing,
But I still miss him,
I miss him, I'm missing him,
Oh I miss him, I miss him, I'm missng him

And you're sitting in the front row,
Wanna be first in line,
Waiting by my window,
Giving me all your time,
You could be my hero,
If only I could let go,
But his love is still in me,
Like a broken arrow.
Like a broken arrow.

He's the thorn in my flesh
That I can't take out
He's stealing my breath
When you're around,
And now you're trying to convince me,
He wasn't worth it,
But you can't complete me,
He's the part that is missing,
I miss him, I'm missing him,
Oh I miss him I miss him, I'm missing him,

And you're sitting in the front row,
Wanna be first in line,
Waiting by my window,
Giving me all your time,
You could be my hero,
If only I could let go,
But his love is still in me,
Like a broken arrow.
Like a broken arrow.

What do you do
When your hearts in two places?
You feel great but you're torn inside.
You feel love but you just can't embrace it,
When you found the right one at the wrong time.

And you're sitting in the front row,
Wanna be first in line,
Waiting by my window,
Giving me all your time,
You could be my hero,
If only I could let go,
But his love is still in me,
Like a broken arrow.
Like a broken arrow.

Jumat, 01 Maret 2013

Perkembangan Pesantren Untuk Menjawab Tantangan Zaman



Sebagaimana yang kita tahu, pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Pesantren telah dikenal mampu menerbitkan kader-kader mutafaqqih fiddin yang berguna di masyarakat. Dengan trademark budaya pondok atau asrama dan kemampuan membaca kitab arab klasik atau dikenal dengan kitab kuning, para santri yang lulus diharapkan dapat terjun ke masyarakat dengan kemampuan agama yang cukup untuk berdakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Tetapi apakah hanya aspek agama yang dibutuhkan di masyarakat? Tentu saja tidak. Apalagi di zaman globalisasi ini ilmu pengetahuan terus berkembang. Tidak hanya teoritis, tetapi juga dalam kajian dan pengamalannya. Ilmu pengetahuan yang dibutuhkan di masyarakat sudah banyak terpecah menjadi berbagai aspek dan langsung diaplikasikan guna membentuk masyarakat yang lebih baik. Skill pun menjadi faktor yang sangat penting guna menjadi senjata utama untuk menghadapi zaman yang terus berkembang ini.

Lalu apakah pesantren sudah menyesuaikan semua perkembangan itu dengan baik? Sayangnya tidak. Masih banyak santri-santri yang terjun ke masyarakat tetapi tidak mempunyai peran yang begitu berarti karena ia tidak mempunyai skill selain pengetahuannya di bidang agama. Masih banyak santri yang dipandang sebelah mata karena ketidakmampuannya untuk menjadi seorang ahli di bidang selain dakwah. Banyak santri yang masih tidak bisa mengamalkan apa yang telah hanya didapatnya hanya karena satu hal, tidak adanya skill yang ia miliki.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan seorang figur santri yang tidak hanya ahli dalam bidang agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan lain dan mempunyai skill, entah dibidang sains-teknologi, ekonomi, entrepreunership, ataupun bidang-bidang lainnya. Dibutuhkan seorang kader yang tidak hanya baik dalam moral, tetapi juga ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan. Pesantren harus ikut berkembang dan menyesuaikan perkembangan zaman yang ada. 

Demi terwujudnya hal ini, banyak faktor dan pihak-pihak yang berperan penting. Pertama, para santri. Sebagai subjek dalam terbentuknya kader-kader ini santri harus memiliki sikap yang tangguh dalam menuntut ilmu, terbuka dalam menerima pluralisme, dan teguh memegang keyakinannya dalam beragama. Ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang ia miliki nanti akan diaplikasikan langsung ke dalam masyarakat, dan jika ia tidak mempunyai keteguhan dalam beragama dikahawatirkan ia akan terbawa bahkan terwarnai oleh perkembangan zaman yang tak terduga. Kedua, pihak yang sangat berperan dalam terwujudnya hal ini adalah para kyai, guru, dan seluruh stake-holder pesantren. Para kyai yang sadar akan pentingnya sains-teknologi bagi santri pasti akan memudahkan jalannya perkembangan pesantren. Sebaliknya, kyai yang tidak menyadari hal itu justru akan mengahambat jalannya perkembangan pesantren.

Lalu bagaimana cara mengimbangi ilmu agama dan ilmu terapan lain khususnya sains-teknologi di pesantren? Banyak cara mengimbanginya, salah satunya adalah dengan media informasi dan fasilitas keilmuan yang menunjang. Perpustakaan yang lengkap, pengajaran teknologi informasi yang baik, ruang belajar yang kondusif serta fasilitas keilmuan lainnya adalah salah satu sarana yang mendukung perkembangan pesantren. Pengajaran skill kerja dan keterampilan lain juga salah satu hal yang mendukung perkembangan pesantren.

Dengan pengembangan, cara dan sarana yang baik otomatis pesantren akan berkembang pesat dan akan menciptakan kader-kader santri yang hanya tidak ahli agama, tetapi juga ilmu pengetahuan yang cukup dan skill yang hebat untuk menjawab perkembangan zaman.

 

Rabu, 27 Februari 2013

Sebagian Kicau Jauhku



Salahkah jika aku berharap kita bisa bersama secepatnya? Aku hanya tak ingin hidup dalam kecemasan berlebihan, itu saja.
Jalan kita tidak berbeda, rasa kita juga masih sama, hanya aku merasa kau terlalu jauh, merangkak perlahan ke tempat yang tak terjangkau.
Saat aku melangkah disini dan kau melangkah disana, aku kuat karena kau juga kuat. Tapi aku tetap berharap kita bisa melangkah bersama.
Lalu datang saatnya aku tau bahwa harapan itu masih sulit untuk nyata. Kau dan aku tau, kita masih harus berjuang lebih lama.
Tapi tak apalah, karena sudah semestinya kita seperti ini kan? Sejak pertama kita mengukir janji untuk sama-sama kuat mengahadapinya.
Sebelumnya maaf sudah turut dalam barisan orang-orang yang mengintervensimu. Memahamimu pun aku belum mampu. Hanya saja, tetaplah jadi kau yang aku tau.
Maaf juga jika aku khawatir, tetapi jangan pikirkan aku. Masa depanmu milikmu, ukirlah jejakmu.
Insya Allah aku masih dan akan selalu disini, menunggu. 




Minggu, 17 Februari 2013

Past and Pain

"Time would heal the pain."
I read that somewhere.
Waktu akan menyembuhkan luka, ngobatin sakit hati, dan membasuh semua perih yang pernah ada.
Tapi jika hanya itu, yang bikin quote ini akan gue kasih ucapan "Terimakasih, but not that it matters."
Karena luka itu pasti ada bekasnya kan?
I know, dengan kedokteran macam sekarang pasti bisa dengan mudah ngilangin bekas luka.
Tapi gimana klo bekas itu nggak bisa dihilangin? Di hati misalnya?
Bukan liver tapi ya.
Jika hati gue disakitin, mungkin akan mudah sembuh, tapi akan ingat seumur hidup.
That sucks.
Karena jika aja kalo gue lupa, otomatis gue nggak akan ngerasain sakit, nggak akan kebayang-bayang masa lalu, nggak akan takut ngelangkah.
Damn, if I could, I'll travel all the world just to find the medicine which can make me forget all the pains, no matter how hard it is.
Sepele sebenernya, ada banyak orang yang gue cinta, yang gue sayang, tapi mereka juga manusia biasa yang pasti bikin salah kan?
But I hate the fact that their pasts still haunt my life, still cover their goodness in my eyes.
I hate myself for not seeing them clearly.
Dan ngebiarin diri gue ragu, insecure, dan was-was mikirin apakah mereka akan ngelakuin hal yang sama atau enggak.
I'm not perfect, of course. I'm human being.
But I just don't want to get hurt over and over again.
Get hurt makes me strong, but it would let me cursing this life all the time.
And I don't want to.
But how if in someone you love, you find so many chances of getting hurt instead?
Past, yeah, but it still haunts me sometimes.
Would he do the same mistakes again?
Bikin gue takut ngelangkah, takut bicara, takut kehilangan.
I'm just afraid I'd give up, not give up to his mistakes, but give up to the same mistakes again.
I read somewhere, "Loving someone is giving the ability to destroy you but trust him he'll not."
Do I trust him that much?
I wish I do.


Rabu, 30 Januari 2013

Ego


Lelahku memacu diri tuk sekedar teriakkan rasa
Tidakkah kau pikir bahwa kau-lah yang layak untuk berjuang?
Aku tidak meminta dirimu tuk lintasi samudra
Hanya sekedar sapa tuk redkan rindu yang meraja, itu saja.
Aku tau perih yang ia miliki
Tapi aku memilih untuk menjadi sisi kejam, karena hanya kau yang ada di hati.
Namun mengapa percayamu seakan tabu tuk kudapat?
Tidakkah kau mengerti aku hancur tanpamu?
Egomu membunuhku, ragumu buatku membiru
Tapi sekedar berada di sampingku pun kau tak mau untuk mampu
Aku mencintaimu tanpa ragu
Tetapi letihku sudah terlalu abu-abu
Tepuk dada, tanya nuranimu
Masih kuatkah kau bersamaku?


Rabu, 28 November 2012

Kicauan Pagi Hari Tentang Kesempurnaan

Kesempurnaan itu ada ketika kau telah bertemu dia yang menggenapi hidupmu.Menambal kekuranganmu, melengkapi rongga di jari-jarimu, menyediakan tubuhnya untuk menaungi dirimu, dan berbagi kesedihan serta kebahagiaan denganmu.