Selasa, 09 Juni 2015

Murka

Pernah membayangkan bola besi yang legamnya menggelapkan matamu?

Pernah membayangkan tajam pisau yang kilaunya membutakan pandanganmu?

Pernah membayangkan tali bebat yang kekuatannya memenjarakan asamu?

Pernah membayangkan semua itu mewujud nyata di hadapanmu?

Jika belum, langkahkan kakimu menjauh dariku

Aku sudah merah karena amarah.

Membiru karena pilu.

Senin, 08 Juni 2015

Kau Tidak Pernah Ada

Kau tidak pernah hadir saat lembayung menyelimuti senja

Tidak pernah bicara saat kicau burung pipit mulai menghiasi pagi

Tidak pernah menghampiri saat petir menyambar kencang membelah langit

Tidak pernah melintas saat matahari memancarkan murka dengan teriknya

Kau tidak pernah ada

Tetapi harapku selalu membumbung tinggi

Menunggu, terkadang sambil menangis, terkadang sambil memaki

Menatap langit, menjejak bumi

Menggenggam hati yang entah kini milik luka yang mana lagi.

Minggu, 07 Juni 2015

Sabtu, 06 Juni 2015

Unintended yet Expected

Expect what unexpected.

Thank you for supporting EKALAYA, Guys!

Yeah, we're just 3 dumb people who try to learn without teacher. XD

Jumat, 05 Juni 2015

Menulis Lagi

Ayah, cambuk aku untuk menulis lagi.

Agar kelak di saat semua catatan terbuka, aku bisa mengerti, seberapa jujur anakmu ini terhadap dirinya sendiri.

Rabu, 03 Juni 2015

Bayang

"Tidak mudah menghilangkan bayang," ujarku.

Tertunduk. Putus asa dan lelah luar biasa.

Lalu kau tersenyum, matamu sarat pemahaman.

"Tidak ada kesulitan yang melumpuhkan asamu, sebenarnya. Kau hanya tidak mau mencoba."

"Aku sudah mencoba dan berkali-kali aku kembali ke titik semula!"

Sudut mulutmu pun terangkat, menampakkan lesung pipimu.

"Mengapa kau tersenyum?" Tanyaku jengkel.

"Hanya mengagumi betapa hebatnya bayang itu memelukmu hingga kau mengacuhkan kemampuanmu sendiri."

"Maksudmu?"

"Kau bukannya tidak bisa menghilangkannya, kau hanya tidak ingin bayang itu menghilang."

Selasa, 02 Juni 2015

Mentari

Sang mentari tidak pernah selektif berderma

Dari sang bulan hingga tanah merah

Dari istana mewah hingga tempat sampah

Mengkungkung semesta, membaluri bumi dengan cahaya

(The picture was taken at Kukusan, Kulonprogo, 05.45, June 2nd 2015)

Minggu, 31 Mei 2015

River Flows in You*

Semesta terlalu meraja tuk kudera

Lalu aku hanya diam, mengikuti permainan yang ia tawarkan

Karena saat kemungkinan itu dengan lancang kembali,

Aku pasti akan tetap jatuh lagi dan lagi.

"So I let down my guard, drop my defences, down by my clothes. So I'm learning to fall, with no safety net to cushion the blow." ~ Natasha Bedingfield

*judul berdasarkan lagu karya Yiruma

Sabtu, 30 Mei 2015

Painful Surrender

I know you never see me the way I wish you would,

So I decided to sit and bleed alone.

And after a lot of bloods that turned into inks,

I hope I could laugh again and live on.


Kamis, 28 Mei 2015

Book Review | To Die For by Linda Howard


Judul: To Die For (Sang Target)
Pengarang: Linda Howard
Tanggal Terbit: Januari 2008
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 496

One of my favorite books from my favorite author.

To Die For adalah seri pertama dari dwilogi Blair Mallory Series karangan Linda Howard. Linda Howard kan biasanya nulis cerita contemporary romance yang berbalut suspense, atau bahkan historical romance, tetapi di To Die For, Linda Howard benar-benar menawarkan sesuatu yang baru, yaitu contemporary comedy romance (berbalut suspense, tentu saja).

Lajang, cantik, dan sukses. Kehidupan Blair Mallory memang menyenangkan. Sampai salah satu anggota Great Bods---gym milik Blair---mulai meniru pakaiannya, rambut pirangnya, bahkan mobil convertible putih kebanggaan Blair. Suatu malam, wanita peniru itu mati ditembak di lapangan parkir Great Bods, dan Blair-lah satu-satunya saksi. Sejak itu berkali-kali upaya pembunuhan ditujukan pada Blair. Dan Letnan Wyatt Bloodsworth---yang dua tahun lalu pernah terlibat hubungan asmara dengan Blair---mengambil alih kasus itu, sekuat tenaga memastikan keselamatan sang saksi tunggal. Tetapi, seiring dengan makin banyaknya fakta dan bukti terungkap, Letnan Bloodsworth curiga bahwa Blair lebih daripada sekadar saksi. Bahwa sebenarnya Blair Mallory adalah sang target utama. (Goodreads)

What I love the most about this novel (selain fictional man-nya tentu lah, itu mah jangan ditanya)? The comedy.

Komedinya kerasa banget, and really, untuk tipe-tipe penulis yang jarang buat novel komedi, Linda Howard berhasil nunjukkin bahwa dia juga jago meramu humor yang nggak akan membuat para pembacanya tumbang gara-gara kegaringan. Blair Mallory sebagai tokoh utama adalah spotlight utama humor di novel ini, yang mana sebagian kelucuan di novel ini berkat kelakuannya yang quite unpredictable. FYI, Blair adalah mantan cheerleader, and if you think that most blonde cheerleaders are bitchy and stupid, Blair Mallory is definetely not one of them. Ni karakter keren plus cerdas. Bukan cerdas model geeky or sexy smartass ya. She is smart in every woman can be. Cerdas perempuan sejati lah. Efisien, cermat, tough, dan tentunya jago ngeles. Ceplas-ceplos gila.

The second one that I really love about this novel? The romance.

Kombinasi antara Blair Mallory yang cewek banget (dengan segala ke-rempong-an dan sifat cerewetnya) dan Wyatt Bloodsworth yang cowok banget (dengan sifat keras kepala dan ego-nya) menghasilkan pasangan yang bego mampus dan ngajak ngakak banget. Dan si Wyatt ini, my darling Wyatt, is fckn admirable. Jangan samakan definisi admirable dengan tipe cowok romantis dengan kata-kata manis ya. You know lah, di novel-novel kaya gini biasanya tokoh cowoknya kayaknya kelebihan testosterone semua. Ego dan keras kepala-nya kadang nyebelin. Bener-bener tipe laki-laki tegas tanpa basa-basi. But the definition of admirable here refers to the way he treated  Blair. Sumpah ya, Wyatt isn't cheesy guy at all, tapi kelakuan dan perlakuannya dia ke Blair itu meng-kyuuuung-kan hati banget. They fought a lot. Like, a LOT. Kadang sampe tahap yang bikin geregetan pembaca karena masalahnya sepele mampus. Tapi ya lika-likunya emang disitu sih, lika-liku gokilnya, maksudnya. Believe me, they will be your favorite couple.

Dari segi suspense-nya emang nggak se-bold novel-novel Linda Howard yang lain, tapi tetap detail dan jelas kok. Action-nya pun dapet. Karena POV-nya dari sudut pandang Blair, memproyeksikan deskripsi kekacauan dan peristiwa dari dalam novel ke otak menurut saya juga nggak terlalu sulit seperti novel-novel suspense lainnya, karena deskripsinya jelas dan nggak bertele-tele.

Really, this novel is worth reading. ;)